Pluto Bukan Planet
Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) ke-26 yang berlangsung di Praha, Republik Ceko, menghasilkan keputusan bersejarah. Kemarin, melalui voting, disepakati bahwa Pluto bukan lagi disebut sebagai planet.
Benda langit Pluto yang ditemukan tahun 1930, bukan merupakan planet. Perhimpunan astronomi internasional menyebutkan status itu dalam kongresnya di Praha lewat definisi baru mengenai planet.
Definisi tersebut adalah,
1. mengorbit Matahari;
2. mempunya massa yang membuatnya cukup untuk menahan gravitasinya sendiri sehingga tidak runtuh;
3. tak terpengaruh orbitnya oleh benda angkasa lain.
Dalam siaran persnya, IAU juga mendefinisikan 'planet katai' mempunyai sifat seperti di atas, ditambah ia haruslah bukan satelit (benda angkasa yang mengorbit planet).
http://photos1.blogger.com/blogger/5...luto-orbit.jpgPluto secara otomatis tidak memenuhi syarat ini karena orbitnya yang berbentuk elips tumpang tindih dengan orbit Neptunus. Orbitnya terhadap Matahari juga terlalu melengkung dibandingkan delapan objek yang diklasifikasikan sebagai planet.
Kamis, 15 Januari 2009
Arkeolog temukan Makam Kesatria Mesir Kuno
Arkeolog Temukan Makam Ksatria Mesir Kuno
Jose Galan/Spanish National Research Council
Busur dan anak panah ditemukan di dekat mumi yang ditemukan di dekat mumi dalam sebuah kuburan di kompleks pemakaman kuno di Luxor, Mesir.
Sabtu, 16 Februari 2008 | 21:08 WIB
JAKARTA, SABTU - Mumi yang ditemukan di dalam sebuah makam di Kota Luxor, Mesir mungkin seorang ksatria di zamannya. Sebab, para arkeolog yang menggalinya menemukan tiga buah tongkat, sebuah busur panah, dan lima anak panah di dekatnya. Tiga di antaranya masih utuh dengan bulunya.
“Ini artinya orang tersebut adalah seorang pejuang. Ia berjuang di militer atau sejenisnya…. ada banyak pejuang yang bergabung dengan raja, dan ia mungkin salah satunya,” ujar Zahi Hawass, sekretaris jendral Dewan Tinggi Purbakala Mesir seperti dilansir situs National Geographic, Jumat (15/2). Makam tersebut diteliti tim arkeolog yang dipimpin Jose Galan dari Dewan Riset Nasional Spanyol.
Kuburan tersebut berada di kompleks pemakaman kuno Dra Abul Naga, bagian barat Luxor. Di peti kayu yang baru pertama kali dibuka, Rabu (13/2) lalu, para arekolog juga menemukan ukiran bertuliskan Iker. Dalam bahasa Mesir Kuno, Iker berarti salah satu yang terbaik.
Kompleks pemakaman di sana lebih banyak dikenal sebagai kuburan Zaman Kerajaan Baru, yang berlangsung antara 1550 hingga 1070 sebelum Masehi. Namun, peti yang membungkus mumi tersebut diperkirakan lebih tua dan berasal dari Zaman Kerajaan Pertengahan. Berdasarkan ukiran peti tersebut dan benda-benda yang ditemukan di dekatnya, para arkeolog memprediksi penguburan dilakukan pada masa dinasti kesebelas, antara 2125-1985 sebelum Masehi.
Saat itu, prajurit memang memainkan peran besar dalam sejarah Mesir. Kekuatan militer di zaman Mesir Kuno akhirnya menjadi pemersatu kembali Bangsa Mesir setelah perang sipil yang berlangsung bertahun-tahun.
Penemuan makam prajurit atau tentara yang diberi status tinggi di era peperangan termasuk langka. Galan dan timnya berencana memindahkan mumi dari dalam peti untuk dipindai dengan sinar-X. Mereka berharap dapat mengungkap lebih jelas sejarah Iker.(NG/WAH)
Jose Galan/Spanish National Research Council
Busur dan anak panah ditemukan di dekat mumi yang ditemukan di dekat mumi dalam sebuah kuburan di kompleks pemakaman kuno di Luxor, Mesir.
Sabtu, 16 Februari 2008 | 21:08 WIB
JAKARTA, SABTU - Mumi yang ditemukan di dalam sebuah makam di Kota Luxor, Mesir mungkin seorang ksatria di zamannya. Sebab, para arkeolog yang menggalinya menemukan tiga buah tongkat, sebuah busur panah, dan lima anak panah di dekatnya. Tiga di antaranya masih utuh dengan bulunya.
“Ini artinya orang tersebut adalah seorang pejuang. Ia berjuang di militer atau sejenisnya…. ada banyak pejuang yang bergabung dengan raja, dan ia mungkin salah satunya,” ujar Zahi Hawass, sekretaris jendral Dewan Tinggi Purbakala Mesir seperti dilansir situs National Geographic, Jumat (15/2). Makam tersebut diteliti tim arkeolog yang dipimpin Jose Galan dari Dewan Riset Nasional Spanyol.
Kuburan tersebut berada di kompleks pemakaman kuno Dra Abul Naga, bagian barat Luxor. Di peti kayu yang baru pertama kali dibuka, Rabu (13/2) lalu, para arekolog juga menemukan ukiran bertuliskan Iker. Dalam bahasa Mesir Kuno, Iker berarti salah satu yang terbaik.
Kompleks pemakaman di sana lebih banyak dikenal sebagai kuburan Zaman Kerajaan Baru, yang berlangsung antara 1550 hingga 1070 sebelum Masehi. Namun, peti yang membungkus mumi tersebut diperkirakan lebih tua dan berasal dari Zaman Kerajaan Pertengahan. Berdasarkan ukiran peti tersebut dan benda-benda yang ditemukan di dekatnya, para arkeolog memprediksi penguburan dilakukan pada masa dinasti kesebelas, antara 2125-1985 sebelum Masehi.
Saat itu, prajurit memang memainkan peran besar dalam sejarah Mesir. Kekuatan militer di zaman Mesir Kuno akhirnya menjadi pemersatu kembali Bangsa Mesir setelah perang sipil yang berlangsung bertahun-tahun.
Penemuan makam prajurit atau tentara yang diberi status tinggi di era peperangan termasuk langka. Galan dan timnya berencana memindahkan mumi dari dalam peti untuk dipindai dengan sinar-X. Mereka berharap dapat mengungkap lebih jelas sejarah Iker.(NG/WAH)
Karya astronomi Indonesia
Karya Astronom Indonesia
Ditulis pada Mei 24, 2008 oleh pakarfisika
http://blogcasa.files.wordpress.com/...jpg?w=127&h=96Salah satu karya mutakahir Astronom asal Indonesia adalah penemuan planet termuda di alam semesta ini. Walau pasti masih ada planet lain yang jauh lebih muda, namun data terakhir secara sains adalah seperti apa yang dilaporkan di Paris Perancis tepatnya oleh para peneliti pada Institut Max Planck.
Tim peneliti Institut Max Planck, Jerman, yang dipimpin astronom asal Indonesia, Johny Setiawan, kembali menemukan planet asing (ekstrasolar) yang mengelilingi bintang mirip Matahari.
Planet yang diberi nama TW Hya b mengelilingi bintang TW Hydrae di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi. TW Hya b termasuk jenis planet gas raksasa berukuran antara 5,5 kali hingga 13,1 kali ukuran Planet Jupiter.
Planet tersebut mengorbit bintang induknya pada jarak 600.000 kilometer atau hanya 0,04 unit astronomi (jarak rata-rata Bumi dan Matahari). Karenanya, hanya dibutuhkan waktu 3,56 hari untuk satu kali mengelilinginya.
Penemuan ini tidak hanya menambah daftar panjang penemuan planet di luar tata surya kita, namun juga memberikan informasi baru mengenai proses pembentukan planet-planet.
Para astronom pada umumnya sepakat bahwa planet terbentuk sebagai akumulasi materi di cakram debu dan gas sebagai sisa pembentukan bintang yang mirip Matahari. Namun, selama ini, masih diperdebatkan berapa lama sebuah planet dapat terbentuk.
Termuda
Hasil pengematan terhadap planet-planet ekstrasolar yang sudah ditemukan menunjukkan tak ada satu pun planet yang lebih muda dari 100 juta tahun. Namun, TW Hya b berusia sangat muda antara 8-10 juta tahun. Bandingkan dengan Bumi yang diperkirakan seumur tata surya sekitar 4,5 miliar tahun, sedangkan Matahari 100 juta tahun lebih tua.
Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet dapat terbentuk dalam waktu 10 juta tahun, sebelum cakram dicerai-beraikan angin dan radiasi bintang. Simpulan tersebut dilaporkan para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru, Kamis (3/1).
“Penemuan tersebut memperlihatkan bahwa apa yang selama ini kita sebut cakram protoplanet sesungguhnya protoplanet itu sendiri,” ujar Johny Setiawan yang juga pernah menemukan planet-planet ektrasolar sebelumnya.
Banyak cakram protoplanet yang terdeteksi keberadaannya di sekitar bintang muda. Namun, sejauh ini, belum ada planet yang diketahui berumur semuda TW Hya b.
Kompas edisi: Selasa, 8 Januari 2008 | 00:20 WIB
Ditulis pada Mei 24, 2008 oleh pakarfisika
http://blogcasa.files.wordpress.com/...jpg?w=127&h=96Salah satu karya mutakahir Astronom asal Indonesia adalah penemuan planet termuda di alam semesta ini. Walau pasti masih ada planet lain yang jauh lebih muda, namun data terakhir secara sains adalah seperti apa yang dilaporkan di Paris Perancis tepatnya oleh para peneliti pada Institut Max Planck.
Tim peneliti Institut Max Planck, Jerman, yang dipimpin astronom asal Indonesia, Johny Setiawan, kembali menemukan planet asing (ekstrasolar) yang mengelilingi bintang mirip Matahari.
Planet yang diberi nama TW Hya b mengelilingi bintang TW Hydrae di konstelasi Hydra yang berjarak 180 tahun cahaya dari Bumi. TW Hya b termasuk jenis planet gas raksasa berukuran antara 5,5 kali hingga 13,1 kali ukuran Planet Jupiter.
Planet tersebut mengorbit bintang induknya pada jarak 600.000 kilometer atau hanya 0,04 unit astronomi (jarak rata-rata Bumi dan Matahari). Karenanya, hanya dibutuhkan waktu 3,56 hari untuk satu kali mengelilinginya.
Penemuan ini tidak hanya menambah daftar panjang penemuan planet di luar tata surya kita, namun juga memberikan informasi baru mengenai proses pembentukan planet-planet.
Para astronom pada umumnya sepakat bahwa planet terbentuk sebagai akumulasi materi di cakram debu dan gas sebagai sisa pembentukan bintang yang mirip Matahari. Namun, selama ini, masih diperdebatkan berapa lama sebuah planet dapat terbentuk.
Termuda
Hasil pengematan terhadap planet-planet ekstrasolar yang sudah ditemukan menunjukkan tak ada satu pun planet yang lebih muda dari 100 juta tahun. Namun, TW Hya b berusia sangat muda antara 8-10 juta tahun. Bandingkan dengan Bumi yang diperkirakan seumur tata surya sekitar 4,5 miliar tahun, sedangkan Matahari 100 juta tahun lebih tua.
Hal ini menunjukkan bahwa planet-planet dapat terbentuk dalam waktu 10 juta tahun, sebelum cakram dicerai-beraikan angin dan radiasi bintang. Simpulan tersebut dilaporkan para peneliti dalam jurnal Nature edisi terbaru, Kamis (3/1).
“Penemuan tersebut memperlihatkan bahwa apa yang selama ini kita sebut cakram protoplanet sesungguhnya protoplanet itu sendiri,” ujar Johny Setiawan yang juga pernah menemukan planet-planet ektrasolar sebelumnya.
Banyak cakram protoplanet yang terdeteksi keberadaannya di sekitar bintang muda. Namun, sejauh ini, belum ada planet yang diketahui berumur semuda TW Hya b.
Kompas edisi: Selasa, 8 Januari 2008 | 00:20 WIB
Bumi Kembali Menghadapi Ancaman Ditabrak Asteroid Pada 2008 November 20, 2006
Bumi Kembali Menghadapi Ancaman Ditabrak Asteroid Pada 2008 November 20, 2006
- Laporan majalah new scientist, baru-baru ini menyebutkan bahwa mungkin pada 21 Juni 2008 mendatang bumi akan mengalami tabrakan keras dari sebuah planet minor atau asteroid yang berdiameter 800 meter. Asteroid dengan seri 2006 HZ51 ini ditemukan pada April lalu. Menurut prediksi, bahwa kemungkinan terjadinya benturan antara asteroid 2006 HZ51 ini dengan bumi adalah 1/6 juta, tapi, seiring dengan kalkulasi lebih lanjut angka ini kemungkinan masih perlu dikoreksi.
Para ilmuwan mengatakan bahwa asteroid 2006 HZ51 adalah sebuah planetoid yang terbesar volumenya dan berbahaya, seperti digolongkan dalam katalog hingga saat ini. Dan menurut data yang diumumkan lembaga B612 (sebuah badan yang secara khusus melacak benda langit yang berbahaya), bahwa jika hendak mengambil langkah-langkah untuk mencegah benturan asteroid 2006 HZ51 ini, manusia paling tidak memerlukan jangka waktu persiapan 10 tahun.
Secara komparatif, bahwa rasio terjadinya benturan antara bumi dengan asteroid Apophis 99942 yang ditemukan 2004 silam hampir lebih tinggi 1000 kali lipat dibanding asteroid 2006 HZ51. Namun, jarak kemungkinan terjadinya benturan dengan bumi saat ini masih ada 30 tahun lebih lagi, dengan demikian masih berkesempatan mempengaruhi orbitnya.
Berdasarkan perhitungan para ilmuwan, jika asteroid yang berukuran agak besar menabrak bumi, maka secara fundamental akan mengubah iklim bumi. Jika asteroid jatuh di tengah samudera, maka itu akan mengakibatkan gelombang Tsunami yang dahsyat dan membuang miliaran ton uap air ke atmosfer. Sebaliknya jika lokasi benturan di darat, maka abunya yang beterbangan akan menyelimuti cahaya matahari sepenuhnya, sehingga menyebabkan kepunahan makhluk hidup di bumi. Ada ahli yang berpendapat, bahwa kurang lebih pada 65 juta tahun silam, di atas bumi pernah terjadi tragedi serupa di bumi, sehingga mengakibatkan kepunahan dinosaurus.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:58 PM.
- Laporan majalah new scientist, baru-baru ini menyebutkan bahwa mungkin pada 21 Juni 2008 mendatang bumi akan mengalami tabrakan keras dari sebuah planet minor atau asteroid yang berdiameter 800 meter. Asteroid dengan seri 2006 HZ51 ini ditemukan pada April lalu. Menurut prediksi, bahwa kemungkinan terjadinya benturan antara asteroid 2006 HZ51 ini dengan bumi adalah 1/6 juta, tapi, seiring dengan kalkulasi lebih lanjut angka ini kemungkinan masih perlu dikoreksi.
Para ilmuwan mengatakan bahwa asteroid 2006 HZ51 adalah sebuah planetoid yang terbesar volumenya dan berbahaya, seperti digolongkan dalam katalog hingga saat ini. Dan menurut data yang diumumkan lembaga B612 (sebuah badan yang secara khusus melacak benda langit yang berbahaya), bahwa jika hendak mengambil langkah-langkah untuk mencegah benturan asteroid 2006 HZ51 ini, manusia paling tidak memerlukan jangka waktu persiapan 10 tahun.
Secara komparatif, bahwa rasio terjadinya benturan antara bumi dengan asteroid Apophis 99942 yang ditemukan 2004 silam hampir lebih tinggi 1000 kali lipat dibanding asteroid 2006 HZ51. Namun, jarak kemungkinan terjadinya benturan dengan bumi saat ini masih ada 30 tahun lebih lagi, dengan demikian masih berkesempatan mempengaruhi orbitnya.
Berdasarkan perhitungan para ilmuwan, jika asteroid yang berukuran agak besar menabrak bumi, maka secara fundamental akan mengubah iklim bumi. Jika asteroid jatuh di tengah samudera, maka itu akan mengakibatkan gelombang Tsunami yang dahsyat dan membuang miliaran ton uap air ke atmosfer. Sebaliknya jika lokasi benturan di darat, maka abunya yang beterbangan akan menyelimuti cahaya matahari sepenuhnya, sehingga menyebabkan kepunahan makhluk hidup di bumi. Ada ahli yang berpendapat, bahwa kurang lebih pada 65 juta tahun silam, di atas bumi pernah terjadi tragedi serupa di bumi, sehingga mengakibatkan kepunahan dinosaurus.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:58 PM.
Empat Matahari bersinar bersama 2006
Empat Matahari Bersinar Bersama November 20, 2006
- Pada 3 Maret 2006 lalu, sekitar pukul 07.40, di langit yang cerah di selatan tepat kawasan kota Da Qing, provinsi Hei Longjiang, China, muncul pemandangan astronomi yang ganjil dan langka yakni empat matahari bersinar bersama. Di kedua sisi matahari yang sedang naik perlahan-lahan muncul dua matahari kecil secara bersamaan, persis di bagian atas lingkaran cahaya matahari besar tersebut terdapat segaris pelangi yang samar-samar. Bila menengadahkan kepala ke atas, masih ada segaris pelangi yang terang berkilauan, di sisinya juga terdapat sebuah matahari kecil. Menurut laporan Daqing-net, proses pemandangan yang unik ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam 50 menit. Karena sudut pengamatan yang tidak sama, ada warga yang melihatnya berupa dua atau tiga matahari yang bersinar bersama, sedangkan sebagian warga dari kota La Madian dan pedesaan Dong Feng melihat ada empat matahari yang bersinar bersamaan.
Seorang staf di observatorium meteorologi kota Daqing, mengatakan bahwa fenomena alam ini juga disebut “Yao Ri”, “Jia Ri” atau “Xu Xiang”. Faktor utama yang membentuknya adalah sejumlah besar kristal batang yang berbentuk enam siku yang berderet tegak di awan tipis setengah transparan di pagi hari. Ketika matahari menyinari batang-batangan kristal tersebut akan terjadi bias yang sangat teratur, melalui garis cahaya yang membias, maka saat orang-orang melihat ke angkasa dari permukaan bumi, persis seperti sedang melihat prisma. Kadang bisa melihat ada 3, 4 atau bahkan 5 matahari, dan seiring dengan itu juga tampak pelangi. Mengapa fenomena ini begitu langka, adalah karena beberapa prasyarat pembentukannya sangat sulit tersedia dalam waktu bersaman.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:57 PM.
- Pada 3 Maret 2006 lalu, sekitar pukul 07.40, di langit yang cerah di selatan tepat kawasan kota Da Qing, provinsi Hei Longjiang, China, muncul pemandangan astronomi yang ganjil dan langka yakni empat matahari bersinar bersama. Di kedua sisi matahari yang sedang naik perlahan-lahan muncul dua matahari kecil secara bersamaan, persis di bagian atas lingkaran cahaya matahari besar tersebut terdapat segaris pelangi yang samar-samar. Bila menengadahkan kepala ke atas, masih ada segaris pelangi yang terang berkilauan, di sisinya juga terdapat sebuah matahari kecil. Menurut laporan Daqing-net, proses pemandangan yang unik ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam 50 menit. Karena sudut pengamatan yang tidak sama, ada warga yang melihatnya berupa dua atau tiga matahari yang bersinar bersama, sedangkan sebagian warga dari kota La Madian dan pedesaan Dong Feng melihat ada empat matahari yang bersinar bersamaan.
Seorang staf di observatorium meteorologi kota Daqing, mengatakan bahwa fenomena alam ini juga disebut “Yao Ri”, “Jia Ri” atau “Xu Xiang”. Faktor utama yang membentuknya adalah sejumlah besar kristal batang yang berbentuk enam siku yang berderet tegak di awan tipis setengah transparan di pagi hari. Ketika matahari menyinari batang-batangan kristal tersebut akan terjadi bias yang sangat teratur, melalui garis cahaya yang membias, maka saat orang-orang melihat ke angkasa dari permukaan bumi, persis seperti sedang melihat prisma. Kadang bisa melihat ada 3, 4 atau bahkan 5 matahari, dan seiring dengan itu juga tampak pelangi. Mengapa fenomena ini begitu langka, adalah karena beberapa prasyarat pembentukannya sangat sulit tersedia dalam waktu bersaman.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:57 PM.
lobang meteorit kembar berantai di mesir
Lubang Meteorit Berantai Kembar di Mesir November 20, 2006
(revoltase-blog) - Laporan Science Daily, AS pada awal Maret lalu menyebutkan bahwa peneliti dari Universitas Boston AS menemukan lubang meteorit berantai kembar terbesar saat ini di kawasan luar Sahara Utara. Dr.Farouk El-Baz, peneliti dari Universitas Boston, mendapatkan kesimpulan ini bersama Dr.Eman Ghoneim yang bekerja di pusat penginderan jauh setelah meneliti foto satelit di Gurun Sahara bagian barat. Diameter lubang meteorit itu sekitar 31 km, yang merupakan susunan gelang kembar sehati dari gelang luar yang mengikat gelang dalam. Adanya lubang meteorit itu mungkin disebabkan oleh benturan batu meteorit yang berdiameter 1.2 km pada jutaan tahun silam. Lubang meteorit ini diberi nama “Kabira”, yang berarti “besar” dalam bahasa Arab, sekaligus menunjukkan bahwa itu adalah kawasan Kebira yang berada di ujung utara lempeng barat daya Mesir. Dr.El-Baz yang pernah bertahun-tahun terlibat proyek “Apollo”, mengatakan bahwa bentuk Kabir itu sama seperti sejumlah besar lubang meteorit bergelang kembar di atas bulan. Di masa mendatang, Kabir dipercaya akan memiliki nilai yang sangat penting dalam penelitian perbandingan planet.
Menurut ahli terkait, bahwa batu meteor dan lubang meteorit yang ditemukan tersebut mungkin menyimpan petunjuk atas penjelasan dan jawaban mengenai asal usul kehidupan di bumi ini, evolusi binatang dan hewan serta kepunahannya. Selain itu juga ia menyimpan petunjuk mengenai nasib manusia dimasa mendatang dan soal-soal pelik lainnya. Sebelumnya, ilmuwan menganggap bahwa batu meteor raksasa yang jatuh di Meksiko pada 66 juta tahun silam secara langsung telah mengakibatkan terjadinya kepunahnan dinosaurus.
Sebelumnya diketahui bahwa lubang meteorit yang telah ditemukan saat ini di dunia melebihi 160 lubang. dan sebagian besar berada di wilayah Kanada. Lubang meteorit yang berdiameter paling besar dan membentuk masa paling awal adalah lubang meteorit di sebuah benteng Afrika Selatan, yang terbentuk pada 2.1 miliar tahun silam, dengan diameter 380 km, dan dimasukkan sebagai protektorat warisan ke-7 di dunia.
Laporan lainnya menyebutkan jumlah lubang meteorit di China menduduki urutan ke-3 di dunia, yang sebagian besar berasal dari kutub selatan. Menurut keterangan ahli dari Observatorium Nasional Institut Sains dan Teknologi China, usia lubang meteorit terkuno yang ditemukan di wilayah China adalah 1.9 miliar tahun, terletak di daerah Shenyang, namun, di lubang meteorit yang ditemukan masih kosong. Menurut ahli terkait, proses pencarian lubang meteorit sangat rumit dan sulit, selain itu dana penelitiannya juga sangat terbatas.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:57 PM.
(revoltase-blog) - Laporan Science Daily, AS pada awal Maret lalu menyebutkan bahwa peneliti dari Universitas Boston AS menemukan lubang meteorit berantai kembar terbesar saat ini di kawasan luar Sahara Utara. Dr.Farouk El-Baz, peneliti dari Universitas Boston, mendapatkan kesimpulan ini bersama Dr.Eman Ghoneim yang bekerja di pusat penginderan jauh setelah meneliti foto satelit di Gurun Sahara bagian barat. Diameter lubang meteorit itu sekitar 31 km, yang merupakan susunan gelang kembar sehati dari gelang luar yang mengikat gelang dalam. Adanya lubang meteorit itu mungkin disebabkan oleh benturan batu meteorit yang berdiameter 1.2 km pada jutaan tahun silam. Lubang meteorit ini diberi nama “Kabira”, yang berarti “besar” dalam bahasa Arab, sekaligus menunjukkan bahwa itu adalah kawasan Kebira yang berada di ujung utara lempeng barat daya Mesir. Dr.El-Baz yang pernah bertahun-tahun terlibat proyek “Apollo”, mengatakan bahwa bentuk Kabir itu sama seperti sejumlah besar lubang meteorit bergelang kembar di atas bulan. Di masa mendatang, Kabir dipercaya akan memiliki nilai yang sangat penting dalam penelitian perbandingan planet.
Menurut ahli terkait, bahwa batu meteor dan lubang meteorit yang ditemukan tersebut mungkin menyimpan petunjuk atas penjelasan dan jawaban mengenai asal usul kehidupan di bumi ini, evolusi binatang dan hewan serta kepunahannya. Selain itu juga ia menyimpan petunjuk mengenai nasib manusia dimasa mendatang dan soal-soal pelik lainnya. Sebelumnya, ilmuwan menganggap bahwa batu meteor raksasa yang jatuh di Meksiko pada 66 juta tahun silam secara langsung telah mengakibatkan terjadinya kepunahnan dinosaurus.
Sebelumnya diketahui bahwa lubang meteorit yang telah ditemukan saat ini di dunia melebihi 160 lubang. dan sebagian besar berada di wilayah Kanada. Lubang meteorit yang berdiameter paling besar dan membentuk masa paling awal adalah lubang meteorit di sebuah benteng Afrika Selatan, yang terbentuk pada 2.1 miliar tahun silam, dengan diameter 380 km, dan dimasukkan sebagai protektorat warisan ke-7 di dunia.
Laporan lainnya menyebutkan jumlah lubang meteorit di China menduduki urutan ke-3 di dunia, yang sebagian besar berasal dari kutub selatan. Menurut keterangan ahli dari Observatorium Nasional Institut Sains dan Teknologi China, usia lubang meteorit terkuno yang ditemukan di wilayah China adalah 1.9 miliar tahun, terletak di daerah Shenyang, namun, di lubang meteorit yang ditemukan masih kosong. Menurut ahli terkait, proses pencarian lubang meteorit sangat rumit dan sulit, selain itu dana penelitiannya juga sangat terbatas.
Last edited by source_code : 06-06-2008 at 10:57 PM.
isu kiamat di tahun 2012
Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan
Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.
Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/...ang.meresahkan
Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.
Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.
Sumber : http://www.kompas.com/read/xml/2008/...ang.meresahkan
Senin, 12 Januari 2009
Surfing dinternet dapat duit
program ini bener2 penghasil uang buat anda,coba bayangkan anda hanya surfing diinternetmaka anda dibayar setiap jamnya $45 .coba bayangkan kalo anda sehari surfing di internet sekitar 5jam sehari maka pendapatan anda dalam sebulan dapat 5x0,45x25=$56,25 ini bisa anda lakukan dengan registrasi di link di bawah ini:
http://surfjunky.com/?r=azwazahira
note:program ini jalan secara otomatis begitu setelah anda registrasi kemudian kilik earn money berikan tanda pada tulisan "i agree,,," akan muncul tampilan dibawahnya yg harus anda klik..secara otomatis akan surfing sendiri .lihatlah beberapa menit kemudian di statistik anda akan mendapatkan dolar pertama anda.
http://surfjunky.com/?r=azwazahira
note:program ini jalan secara otomatis begitu setelah anda registrasi kemudian kilik earn money berikan tanda pada tulisan "i agree,,," akan muncul tampilan dibawahnya yg harus anda klik..secara otomatis akan surfing sendiri .lihatlah beberapa menit kemudian di statistik anda akan mendapatkan dolar pertama anda.
PTC
Clixsense adalah sebuah layanan paid to click yaitu layanan yg akan membayar anda hanya dengan meng klik dan melihat iklan yang disediakan.Semakin banyak anda melihat dan mengklik iklan, maka earning anda akan semakin besar,Besarnya uang anda setiap klik adalah $0.01.program ini menggunakan dua jenis keanggotaan yaitu yang biasa dan premium.bagi keanngotaan biasa hanya disediakan3-5 iklan perharinya dan untuk premium disediakan 180-200 iklan.Clixsense juga punya program sepesial.dari program lama anda yaitu mendapatkan 10 sen dari setiap anggota yang mendaftar dengan referal anada. bagi yang premium member akan mendapatkan $5 dari setiap referal anda yang meng-upgrade ke premium,jika anda memiliki 3 referal yg upgrade ke premium maka anda akan mendapat $15
jika anda berminat mendapatkan dolar pertama anda
silakan klik link ini untuk registrasi..
http://clixsense.com/?2660655
jika anda berminat mendapatkan dolar pertama anda
silakan klik link ini untuk registrasi..
http://clixsense.com/?2660655
Langganan:
Postingan (Atom)